Titik Buta Jempol Jonatan
Bab 1: Titik Buta Digital
class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="hKpXpe_z" data-hveid="CAAICxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);" style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; margin: 12px 0px 16px; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"Matahari jam empat sore di pinggiran Jakarta masih terasa seperti setrikaan yang menempel di punggung. Rony berkali-kali membenulkan posisi duduknya di atas motor matic hitamnya yang mulai terasa panas. Aspal jalanan memantulkan hawa gerah, sementara deretan ruko kelontong dan bengkel tambal ban di pinggir jalan menyemburkan aroma oli bercampur asap knalpot. Rony melirik kemeja katun pendek warna sage green yang dipakainya, berharap kain tipis itu bisa menahan keringat yang mulai menetes dari pelipisnya. Sore ini dia ada janji penting, dan penampilannya harus tetap terlihat segar tanpa kesan berlebihan.
class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="hKpXpe_10" data-hveid="CAAIDBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);" style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; margin: 12px 0px 16px; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"Tangan kirinya yang terbungkus sarung tangan hitam meraih ponsel yang dijepit di holder stang motor. Layar benda digital itu menampilkan aplikasi pesan singkat dengan gelembung obrolan dari Jonatan yang masih tidak bergerak. Sudah sepuluh menit Rony menepi di depan warung Madura, menunggu balasan yang tak kunjung tiba. Jonatan adalah tipe teman yang selalu bersemangat mengajak kumpul, tetapi mendadak hilang timbul seperti sinyal di daerah pelosok saat hari H tiba. Rasa jengkel mulai merayap di dada Rony, bersaing dengan suara bising angkot yang berhenti sembarangan di depannya.
class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="hKpXpe_12" data-hveid="CAAIDRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);" style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; margin: 12px 0px 16px; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"Detik berikutnya, ponsel Rony bergetar pendek, menampilkan sebuah tautan peta digital berketerangan singkat. "Sori Ron, tadi gue lagi bantuin Tedi mindahin genset. Ini lokasi kafe baru tempat kita ngumpul, langsung meluncur aja, Silvia sama Jefri udah di jalan," tulis Jonatan dalam pesan tersebut. Rony menghela napas lega, mengetuk ikon jempol sebagai balasan cepat sebelum beralih membuka tautan peta tersebut. Di layar, sebuah titik merah berdiri tegak di area yang dikelilingi warna hijau luas, dengan estimasi waktu perjalanan hanya lima belas menit dari posisinya sekarang.
class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="hKpXpe_13" data-hveid="CAAIDhAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);" style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; margin: 12px 0px 16px; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"Tanpa curiga sedikit pun, Rony menyalakan mesin motornya dan mulai memutar gas perlahan membelah kemacetan sore. Jalur awal yang diarahkan oleh aplikasi itu masih terasa familier, melewati jalan raya utama yang dipenuhi deretan ruko modern dan lampu merah yang membosankan. Angin sore yang berembus setidaknya memberikan sedikit kesegaran, menerbangkan ujung kemeja sage green-nya yang tidak dimasukkan ke dalam celana jin hitam. Rony tersenyum tipis, membayangkan es kopi susu gula aren yang akan segera membasahi tenggorokannya yang mulai terasa kering kehabisan cairan.