← Kembali
Ruang Baca
🌙 Aa 🔖
Terakhir baca di paragraf 0
Editorial / Cerita Rei

Sisa Pagi Angel

Diterbitkan pada: 9 September 2026
✦

Subuh belum sepenuhnya beranjak ketika Fatimah membuka mata. Udara dingin masih menggantung di dalam rumah sederhana itu. Dari luar terdengar suara ayam bersahutan, disusul bunyi motor beberapa tetangga yang mulai meninggalkan halaman. Fatimah duduk sebentar di tepi tempat tidur, merapikan rambutnya dengan tangan, lalu berdiri tanpa suara. Tidak ada alarm yang harus membangunkannya. Tubuhnya sudah hafal kapan harus memulai hari.

Di dapur, Fatimah menyalakan lampu kecil. Ia mencuci beras, menanak nasi, lalu menyiapkan lauk sederhana untuk sarapan. Tangannya bergerak cepat, tetapi tidak tergesa-gesa. Setelah itu ia mengambil sebagian bahan makanan yang sudah disiapkan sejak malam dan mengolahnya menjadi makanan yang lebih lunak untuk ibunya. Tidak ada yang menyuruh. Tidak ada pula yang mengawasi. Semua sudah menjadi bagian dari rutinitas yang ia jalani setiap hari.

Sesekali Fatimah melirik jam dinding. Waktu berjalan cepat. Setelah masakan selesai, ia menata sarapan untuk ayah dan kedua adiknya, kemudian memisahkan makanan untuk ibunya ke dalam mangkuk kecil. Ia membawa mangkuk itu ke kamar dengan hati-hati. Ibunya masih terbaring dengan tubuh yang semakin kurus dari hari ke hari. Wajah perempuan itu terlihat pucat, tetapi matanya masih terbuka.

Fatimah tersenyum kecil sambil duduk di sisi tempat tidur. Tangannya merapikan bantal ibunya sebelum meletakkan mangkuk di meja kecil.

"Makan dulu, Bu. Masih hangat."

Kasih rating cerita ini
★ ★ ★ ★ ★
💬 Komentar (0)
Memuat komentar...
Kamu sudah membaca 0% cerita ini
Cover Sampul