Siluet Senja di Slogohimo
Suara deburan ombak terdengar lebih dulu, mendahului suara Vincent sendiri. Kamera yang terpasang kokoh pada gimbal kecil di tangannya bergerak perlahan, mengikuti garis pantai yang memanjang di hadapannya. Matahari hampir menyentuh batas cakrawala laut, meninggalkan sisa cahaya keemasan yang memantul indah di permukaan air. Di belakang Vincent, beberapa pohon kelapa bergoyang ditiup angin sore, sementara pasir yang sejak siang hari telah diinjak-injak oleh banyak kaki, kini mulai terasa dingin menembus telapak sepatunya.
Vincent berjalan beberapa langkah lagi sebelum akhirnya berhenti. Ia menatap lensa kamera dengan tatapan tenang, seolah sedang berbicara dengan seorang teman lama.
“Gue nggak tahu apakah tempat ini bisa disebut hidden gem atau enggak,” ucap Vincent pelan. “Karena sekarang, kalau sebuah tempat sudah masuk internet, istilah hidden gem itu sebenarnya cuma masalah waktu.”
Ia tersenyum tipis, senyum yang jarang terlihat palsu.
“Yang jelas, kalau kalian sampai di sini dan ternyata tempatnya sudah ramai... jangan salahin gue.”