← Kembali
Ruang Baca
🌙 Aa 🔖
Terakhir baca di paragraf 0
Editorial / Cerita Rei

Palung Hati Kiara

Diterbitkan pada: 14 Agustus 2026
✦

BAB 1: GEMERLAP YANG MENGASINGKAN

class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="Gaki3b_13" data-hveid="CAAICxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);" style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; margin: 12px 0px 16px; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"Lampu kilat dari kamera DSLR mutakhir beraksen merah di lensa f/1.2 itu berkedip ritmis, berkejaran dengan deru penyejuk udara yang berembun di salah satu studio foto premium kawasan senopati, Jakarta Selatan. Di bawah sorotan ring light raksasa yang menyengat pori-pori, Kiara berdiri tegak, menahan pegal di tumitnya yang terbungkus stiletto mahal setinggi dua belas sentimeter. Senyumnya terkunci sempurna, sebuah keterampilan yang ia latih bertahun-tahun di depan cermin demi memuaskan estetika digital jutaan pasang mata di balik layar ponsel. Bagi Jakarta, kecantikan Kiara adalah komoditas yang harus dipajang tanpa jeda, sejalan dengan ritme kota yang menuntut segalanya bergerak instan dan tanpa cela.

class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="Gaki3b_16" data-hveid="CAAIDBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);" style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; margin: 12px 0px 16px; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"Di luar dinding kedap suara studio, Jakarta sedang menunjukkan wajah aslinya pada jam lima sore: kemacetan horor yang mengular di sepanjang Jalan Sudirman hingga Gatot Subroto. Aroma gas buang kendaraan bercampur dengan uap panas dari aspal yang mendidih setelah diguyur gerimis tipis, menciptakan atmosfer pengap khas megapolitan yang selalu tergesa-gesa. Suara klakson yang bersahutan dari jalur TransJakarta yang tersendat berbaur dengan bising pembangunan proyek jalur LRT di atas kepala. Kota ini tidak pernah memberikan ruang bagi keheningan, sebuah kontras yang tajam dengan ruang studio tempat Kiara diisolasi dari realitas dunia luar.

class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="Gaki3b_17" data-hveid="CAAIDRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);" style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; margin: 12px 0px 16px; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);""Oke, nice! Ganti pose, Kiara. Agak sedikit fierce, ya, tatap langsung ke lensa," instruksi sang fotografer, suaranya terdengar mekanis di tengah lagu tekno berlirik repetitif yang berdentum dari pengeras suara studio. Kiara menghela napas pendek tanpa mengubah posisi bahunya, lalu sedikit menurunkan dagunya, membiarkan rambutnya yang ditata model wavy modern jatuh membingkai tulang pipinya. Ia bisa merasakan lapisan tebal foundation bersertifikasi internasional mulai terasa berat di kulit wajahnya, menahan keringat yang memaksa keluar akibat kecemasan tersembunyi yang ia bawa sejak pagi. Setiap kilatan lampu terasa seperti tuntutan konkrit yang perlahan mengikis sisa-sisa dirinya yang asli.

class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="Gaki3b_1c" data-hveid="CAAIDhAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);" style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; margin: 12px 0px 16px; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"Asisten pribadi Kiara, seorang wanita muda dengan dua ponsel yang berdering bergantian di tangannya, berdiri di sudut ruangan sambil terus memeriksa lembar waktu kerja digital. Di layar gawai itu, jadwal Kiara tersusun padat menyerupai labirin: setelah pemotretan merek kosmetik ini selesai, ia harus segera melakukan siaran langsung promosi di TikTok, lalu menghadiri gala dinner sebuah label mode di kawasan Mega Kuningan. Di Jakarta, waktu seorang influencer papan atas dihitung per detik, dan kehilangan satu momen berarti membiarkan algoritme media sosial menenggelamkan namamu ke dasar pencarian. Kota ini tidak mengenal kata istirahat, dan Kiara tahu betul konsekuensi dari memperlambat langkah di tengah arus yang begitu deras.

Kasih rating cerita ini
★ ★ ★ ★ ★
💬 Komentar (0)
Memuat komentar...
Kamu sudah membaca 0% cerita ini
Cover Sampul