Jalur Nekat Kembang Darah
data-path-to-node="1"Kalau ada yang bilang modal nekat sama doa doang bisa bikin lu survive di hutan pedalaman Kalimantan, fiks orang itu belum pernah ngerasain digigit pacat sebesar jempol kaki, atau denger suara angin malam di antara pohon ulin yang mirip suara cewek lagi nangis.
data-path-to-node="2"Tapi ya mau gimana lagi? Kita bertiga gak punya pilihan.
data-path-to-node="3"Semua ini bermula dari Rara, adiknya si Dika yang baru berumur 10 tahun. Udah tiga bulan Rara terbaring di ICU Jakarta gara-gara infeksi parasit langka yang menyerang sistem darahnya. Dokter udah angkat tangan. Satu-satunya harapan yang tersisa cuma riset medis kuno yang nyebutin soal "Kembang Darah"—flora endemik super langka yang cuma tumbuh di lereng tersembunyi Pegunungan Schwaner, Kalimantan Barat.
data-path-to-node="4"Modal kita? Cuma sebuah peta topografi lusuh peninggalan kakeknya Dika yang mantan mantri hutan tahun 70-an, plus nekatnya gua (Rian), Dika si abang yang rela mati buat adiknya, dan Nisa—pacar gua yang kebetulan mahasiswa pascasarjana botani.
I. Rimba Schwaner dan Kopi Saset yang Sialan