← Kembali
Ruang Baca
🌙 Aa 🔖
Terakhir baca di paragraf 0
Editorial / Cerita Rei

Das Fundament

Diterbitkan pada: 21 Agustus 2026
✦

BAB 1: GEMA DARI PALUNG SUNDA

class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="LeQ9I_r" data-hveid="CAAIBRAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);" style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; margin: 12px 0px 16px; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"Gerimis tipis membungkus Pelabuhan Merak dengan selimut abu-abu yang dingin, menyamarkan batas antara langit sore yang temaram dan permukaan laut Selat Sunda yang gelisah. Di bawah atap seng kedai kopi Mak Inah yang berkarat di sudut dermaga privat, Yuda duduk diam memperhatikan uap yang mengepul dari segelas kopi hitamnya. Aroma solar yang pekat dari truk-truk kontainer di kejauhan berbaur dengan bau asin air laut dan gorengan hangat yang baru diangkat dari wajan. Kota pelabuhan ini selalu terasa bising dan melelahkan, namun bagi seorang penyelam komersial seperti Yuda, bau jelaga dan garam adalah tanda bahwa ia sedang berada di rumah.

class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="LeQ9I_s" data-hveid="CAAIBhAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);" style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; margin: 12px 0px 16px; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"Di seberang meja kayu yang permukaannya sudah melengkung karena kelembapan, Chaiyo Wattana—atau yang biasa dipanggil Chai—sedang sibuk memutar-mutar sebuah jimat Buddha kecil yang menggantung di lehernya. Pria paruh baya asal Thailand itu mengenakan kaos hitam agak longgar yang basah di bagian bahu, menampakkan gurat wajah tenang khas orang yang telah menghabiskan separuh hidupnya di atas dek kapal. Chai menyesap teh melati hangatnya perlahan, lalu mengangguk kecil kepada Mak Inah yang datang mengantarkan sepiring pisang goreng tambahan dengan senyum ramah khas pesisir. "Terima kasih, Mak," ujar Chai dengan aksen Indonesia yang agak kaku namun terdengar sangat sopan, membuat perempuan tua itu terkekeh sebelum kembali ke balik kompor.

class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="LeQ9I_t" data-hveid="CAAIBxAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);" style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; margin: 12px 0px 16px; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);"Interaksi hangat itu sedikit mencairkan ketegangan profesional yang biasanya menyelimuti persiapan sebuah proyek selam komersial skala besar. Yuda mengambil sepotong pisang goreng, membiarkan rasa panasnya membakar ujung lidahnya sejenak sebelum mulai berbicara tentang logistik kru lokal yang mereka sewa. Di luar kedai, beberapa pekerja pelabuhan berseragam jingga tampak saling melempar kelakar ringan sambil mengikat tali-tali kapal derek Kuda Laut VII yang bersandar di dermaga. Bagi para figuran pelabuhan itu, hari ini hanyalah hari kerja biasa di mana mereka dibayar untuk memindahkan tabung gas campuran heliox dan nitrox ke dalam ruang penyimpanan kapal.

class="n6owBd awi2gc" data-sfc-cp="" jsaction="" jscontroller="TDBkbc#Ml18Xb" data-sfc-root="ep" jsuid="LeQ9I_v" data-hveid="CAAICBAA" data-complete="true" data-processed="true" data-copy-service-computed-style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; font-size: 16px; font-weight: 400; margin: 12px 0px 16px; text-decoration: none; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);" style="font-family: "Google Sans", Arial, sans-serif; margin: 12px 0px 16px; border-bottom: 0px rgb(230, 232, 240);""Semua tabung dari depo Cilegon sudah masuk manifes, Yuda," kata Chai sambil membuka catatan digital di ponselnya, beralih ke mode pengawas keselamatan yang disiplin. "Aku sudah memeriksa ulang katup tekanan pada regulator utama, tidak ada kebocoran sekecil apa pun pada cincin karetnya." Yuda mengangguk puas, karena ia tahu betul reputasi Chai sebagai diving supervisor internasional yang tidak pernah menoleransi kesalahan sekecil kuku pun dalam hal keselamatan jiwa. Kehadiran pria Bangkok itu di tim ini adalah jaminan bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi di kedalaman laut, selalu ada kepala dingin yang akan menarik mereka kembali ke permukaan.

Kasih rating cerita ini
★ ★ ★ ★ ★
💬 Komentar (0)
Memuat komentar...
Kamu sudah membaca 0% cerita ini
Cover Sampul