← Kembali
Ruang Baca
🌙 Aa 🔖
Terakhir baca di paragraf 0
Editorial / Cerita Rei

Biar Suaraku Memelukmu

Diterbitkan pada: 13 Agustus 2026
✦

Bau Antiseptik dan Suara yang Tertelan

data-path-to-node="3"Bagi sebagian orang, ruang tunggu Gedung Fisioterapi RS Fatmawati adalah tempat yang membosankan. Bau antiseptik dan karbol mengendap tebal di udara, bercampur dengan kelembapan pendingin ruangan tua yang sesekali berdengung bising. Suara derit roda kursi pasien, hentakan kaki para perawat yang terburu-buru, serta denting nomor antrean dari pengeras suara bernada monoton menjadi latar belakang yang konstan.

data-path-to-node="4"Namun bagi Nala (19), tempat ini adalah labirin manusia yang penuh warna.

data-path-to-node="5"Sebagai mahasiswi semester 3 jurusan Psikologi UI yang bermarkas di asrama Depok, Nala punya satu peran tak tertulis dalam lingkarannya: tempat sampah emosional. Telepon HP-nya bisa berdering jam dua pagi hanya karena seorang teman menangis meraung-raung akibat patah hati, atau keluhan panjang tanpa putus soal tugas kuliah dan konflik keluarga. Nala selalu di sana—mengangguk, memvalidasi, dan mengusap punggung mereka.

data-path-to-node="6"Namun, Nala tidak pernah punya ruang balik. Setiap kali dia mencoba menyisipkan satu kalimat tentang rasa lelahnya, respons yang diterima selalu sama: "Eh bentar, Na, gua mau cerita yang ini dulu, penting banget..."

Kasih rating cerita ini
★ ★ ★ ★ ★
💬 Komentar (0)
Memuat komentar...
Kamu sudah membaca 0% cerita ini
Cover Sampul